www.x2plore.com

Xplore the World

www.x2plore.com

Xplore the World

www.x2plore.com

Xplore the World

www.x2plore.com

Xplore the World

www.x2plore.com

Xplore the World

Sunday, April 28, 2013

Kirabook, Laptop Tipis Resolusi Tinggi dari Toshiba



Toshiba meluncurkan sebuah perangkat Ultrabook baru yang dinamakan Kirabook. Salah satu kelebihan dari laptop tipis ini adalah layarnya yang mampu mendukung resolusi yang sangat tinggi, yaitu 2560 x 1440 piksel.

Besarnya dukungan resolusi tersebut tidak jauh berbeda dari produk MacBook Pro dengan layar Retina Display milik Apple dan juga Chromebook Pixel buatan Google. Layar kedua produk tersebut masing-masing mampu mendukung resolusi 2560 x 1600 piksel dan 2560 x 1700 piksel.

Baik layar Kirabook, MacBook Pro Retina Display, dan Google Chromebook Pixel sama-sama berada di rentang ukuran 13 inci.

Tingkat kerapatan dari layar Kirabook ini pun cukup tinggi, yaitu sebesar 221 pixels-per-inch (ppi). Tingkat kerapatan tersebut hanya sedikit lebih rendah dari MacBook Pro Retina Display dengan 227 ppi dan Chromebook Pixel dengan 239 ppi.

Akan ada tiga model Kirabook yang diluncurkan oleh Toshiba. Dikutip dari Pocket Lint, model pertama merupakan perangkat berbasis Windows 8 yang tidak dilengkapi dengan layar sentuh. Perangkat yang satu ini akan dipersenjatai dengan prosesor Intel Core i5 dan dibanderol seharga 1.599 dollar AS.

Model kedua dari Kirabook ini masih berbasiskan Windows 8 dan Intel Core i5. Bedanya, layar dari perangkat ini sudah dilengkapi dengan kemampuan sentuhan. Untuk model yang satu ini, Toshiba akan menjualnya dengan harga 1.799 dollar AS.

Model terakhir merupakan model dengan spesifikasi tertinggi. Produk ini hadir dengan Windows 8, layar sentuh, dan prosesor Intel Core i7. Produk yang satu ini akan dilepas ke pasaran dengan harga 1.999 dollar AS.

Selain layar dan juga prosesor, ketiga model ini menggunakan media penyimpanan dan juga besaran RAM yang sama. Ketiga model tersebut akan hadir dengan SSD berkapasitas 256GB dan RAM 8GB.

Untuk masalah bobot, Ultrabook terbaru Toshiba ini tidak kalah dari laptop teringan milik Apple, MacBook Air. Perangkat Kirabook memiliki bobot sekitar 1,3 kg, sedikit lebih ringan dari MacBook Air yang memiliki bobot 1,48 kg.

Sumber
Blogger Tricks

Saturday, April 27, 2013

Western Digital Bikin "Hard Disk" Super Tipis



Ingin laptop yang tipis atau Ultrabook tetapi memiliki kapasitas penyimpanan jauh lebih besar dibanding model-model dengan SSD (solid state drive)? Tak lama lagi mungkin hal itu bisa menjadi kenyataan dengan hadirnya hard disk super-tipis dari Western Digital ini.

Seperti dikutip dari PCWorld, hard disk tersebut merupakan anggota seri produk WD Blue dengan nama lengkap "WD5000MPCK". Tebalnya hanya 5 mm, lebih tipis 2 mm dibandingkan produk-produk sejenisnya yang lebih dulu beredar di pasaran.

Alhasil, hard disk yang bersangkutan bisa dipasang di dalam model-model Ultrabook super tipis untuk memperbesar kapasitas storage sambil tetap mempertahankan harga jual yang lebih murah dibandingkan SSD.

Selama ini pilihan storage untuk Ultrabook high-end yang super-tipis terbatas pada SSD saja. Opsi menggunakan hard disk biasanya hanya tersedia pada Ultrabook model menengah yang memiliki dimensi fisik lebih tebal.

Western Digital membanderol hard disk ini seharga 89 dollar AS. Spesifikasi teknisnya termasuk kecepatan rotasi 5400 RPM, cache 16MB, dan interface SATA 6Gbps. Perusahaan pembuatnya juga berencana merilis hard disk serupa dengan teknologi "hybrid" (gabungan hard disk dengan SSD) seri WD Black.

Western Digital telah mulai mengirim WD5000MPCK ke produsen-produsen komputer laptop. Kabarnya, Acer dan Asus bakal menggunakan hard disk ini di lini Ultrabook bikinan mereka.

Sumber

Friday, April 26, 2013

HTC One Ganti Mikrofon Karena Nokia



Komponen mikrofon yang dipakai pada produk HTC One dinilai melanggar paten milik Nokia oleh Pengadilan Distrik Amsterdam, Belanda. HTC harus secepatnya mengganti desain komponen mikrofon.

Komponen mikrofon di HTC One itu dibuat oleh perusahaan STMicroelectronics asal Taiwan. Seperti dikutip dari Engadget, Rabu (24/4/2013), mikrofon tersebut memiliki teknologi dual-membran dan memiliki amplitudo tinggi.

HTC menegaskan, pelanggaran paten mikrofon ini adalah urusan antara Nokia dengan STMicroelectronics. HTC tidak terkait dalam sengketa hukum antara keduanya. Sejauh ini Nokia juga tidak mengajukan gugatan kepada HTC terkait HTC One.

Menurut Nokia, STMicroelectronics telah menyetujui eksklusivitas komponen tersebut untuk produk Nokia dan tidak menjualnya kepada pihak ketiga. "Itu adalah teknologi HAAC Nokia, dikembangkan secara eksklusif oleh Nokia dan hanya digunakan dalam produk Nokia," kata juru bicara Nokia beberapa waktu lalu.

Juru bicara HTC mengatakan, pihaknya akan mengirimkan HTC One yang memakai mikrofon desain lama dari STMicroelectronics sampai stoknya habis, kemudian HTC akan mengubah desain mikrofon. Hal ini diklaim tidak mempengaruhi ketersediaan pasokan HTC One.

STMicroelectronics terancam membayar denda ke Nokia sebesar 50.000 euro untuk setiap mikrofon yang dijual kepada pihak ketiga. Namun, keputusan denda ini belum final, dan masih dicarikan jalan keluar.

Sumber

Monday, April 22, 2013

Apple tidak akan menggunakan lagi processor samsung



Apple berniat tak lagi menggunakan prosesor buatan Samsung yang selama ini menjadi "otak" bagi perangkat iPhone, iPad, dan iPod Touch. Laporan terakhir menyebutkan bahwa Apple benar-benar ingin mewujudkan rencana itu.

Seperti dikutip oleh Cnet dari The Korea Times, Apple tidak memasukkan nama Samsung dalam proyek pengembangan prosesor mobile terbaru, yakni seri A7.

Prosesor seri A7 ini akan tertanam di perangkat iPhone dan iPad generasi berikutnya. Sebelumnya, prosesor A6 dan A6X yang digunakan oleh iPhone 5 dan iPad generasi keempat dibuat oleh Samsung menggunakan basis rancangan dari Apple.

Kini, Apple dikabarkan telah mengoper produksi cip ke perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). "TSMC  sudah mulai menugaskan para kontraktornya untuk menyalurkan komponen yang diperlukan untuk tahap produksi prosesor Apple itu," tulis The Korea Times, mengutip seorang sumber dari mitra Samsung.

Samsung dan Apple memang memiliki hubungan yang unik. Di satu sisi, divisi perangkat mobile kedua perusahaan bersaing ketat memperebutkan pangsa pasar smartphone dan tablet. Keduanya bahkan bersengketa hukum dalam hak paten teknologi software dan desain.

Sementara dalam divisi semikonduktor, keduanya justru bersahabat. Dari pabrik seluas dua kali lapangan sepak bola di Austin, Texas, Amerika Serikat, Samsung memasok komponen prosesor untuk produk mobile Apple.

Hubungan kerjasama ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, belakangan ketegangan antar kedua perusahaan itu makin meningkat menyusul persaingan pasar dan perselisihan hak paten di ruang sidang.

Sumber

Sunday, April 21, 2013

60.000 Aplikasi Android Dihapus



Bersamaan dengan peluncuran Play Store versi 4.0, Google dikabarkan sibuk "bersih-bersih" di toko aplikasi tersebut.

TechCrunch melaporkan bahwa raksasa internet itu menghapus sejumlah besar aplikasi dari Play Store selama beberapa minggu terakhir.

Angka penghapusan aplikasi Android ini mencapai puncaknya pada bulan Februari lalu, di mana Google membuang 60.000 aplikasi dari Play Store.

Tak semua pembuangan ini dilakukan oleh Google. Ada juga yang ditarik dari peredaran oleh penerbit mereka sendiri.

Akan tetapi, mengingat angkanya yang termasuk besar, agaknya kebanyakan memang sengaja "dibersihkan" secara langsung oleh Google.

Google memang memiliki kebijakan menghapus aplikasi yang melanggar ketentuan layanan Play Store.

Tapi pembersihan kali ini disinyalir tidak berkaitan dengan masalah malware, pelanggaran hak cipta, ataupun kandungan pornografi, melainkan pertimbangan kualitas aplikasi yang bersangkutan.

Dengan kata lain, Google membuang aplikasi-aplikasi yang dinilai tidak berkualitas dari Play Store. Sebagian dari aplikasi yang dihapus berkaitan dengan MP3 atau ringtone.

Pihak Google mengumumkan bahwa jumlah aplikasi dalam Play Store masih mencapai lebih dari 700.000 setelah pembersihan tersebut.

Di Google Play Store, setiap developer yang terdaftar bisa menjual aplikasi secara bebas tanpa dinilai terlebih dahulu. Karena itu, ada kalanya Google menindak aplikasi yang ternyata disusupi malware dan berhasil lolos dari filter otomatis.

Sebaliknya, di toko aplikasi Apple App Store, tiap aplikasi diperiksa terlebih dahulu oleh sebuah tim reviewer dan hanya bisa beredar setelah memperoleh persetujuan.

Sumber

Nvidia Menjelekkan PS4



Meski sebelumnya membuat chip grafis untuk PlayStation 3, Playstation 4 yang baru diluncurkan oleh Sony, Februari lalu, tidak lagi ditangani oleh Nvidia. Konsol game next-gen ini bakal mengusung prosesor 64-bit Jaguar dari AMD yang memiliki 8 inti.

Sekitar pertengahan Maret lalu, wakil presiden senior divisi konten dan pengembangan Nvidia Tony Tamasi mengeluarkan pernyataan yang isinya mengejek konsol game tersebut.

"Dibandingkan PC gaming, spesifikasi PS4 hanya bisa menandingi komputer kelas low-end," ujar Tamasi ketika itu.

Pihak AMD pun bereaksi. Minggu lalu, direktur hubungan penyedia software independen AMD Neal Robinson mengatakan bahwa Nvidia salah melakukan perbandingan.

"Tentu saja mereka akan melakukan itu. Mereka hanya kesal saja. Bagi kami, dilihat dari desain prosesor, komponen-komponen individual tak bisa langsung dibandingkan begitu saja," ujar Robinson, seperti dikutip dari TechRadar.

Robinson melanjutkan, pihak Sony sengaja memilih AMD karena sudah berpengalaman mengembangkan komponen untuk Xbox 360, Nintendo Wii, serta beberapa konsol game lainnya.

Sony memang memilih Nvidia untuk Playstation 3, tapi untuk Playstation 4, raksasa elektronik asal Jepang ini ingin memakai pendekatan yang berbeda untuk konsol next-gen tersebut sehingga lebih mirip PC dan bersahabat untuk developer game.

Menurut Robinsion, hal inilah yang mampu dilakukan oleh AMD. Tak seperti Nvidia yang menjadi saingannya di dunia pengolah grafis, AMD mengklaim mampu menghadirkan performa tinggi sekaligus efisiensi daya dan manajemen panas yang memadai pada PlayStation 4 melalui chip Jaguar miliknya.

Nvidia sendiri melalui Tamasi mengaku tak mau terlibat dalam pembuatan PS4 lantaran "tak setuju dengan harga yang ditawarkan Sony." Tamasi juga menyebut pihaknya lebih ingin fokus pada pengembangan produk lain yang lebih potensial, bukannya terbatas pada satu konsol game saja.

Sumber

Saturday, April 20, 2013

Keamanan Android VS iOS



Popularitas sebuah sistem operasi mobile tak selamanya baik, terutama jika berpotensi mengundang serangan para penjahat cyber. Saat ini, sistem operasi untuk ponsel yang paling populer adalah Android dan iOS di iPhone.

Nah, manakah dari kedua sistem operasi tersebut yang paling rentan atau paling tidak aman?

Untuk mencari jawabannya, lembaga riset keamanan SourceFire melakukan sebuah studi bertajuk "25 Years of Vulnerability" yang dirilis pada Maret lalu.

Hasil risetnya cukup mengejutkan. iPhone ternyata mengandung jauh lebih banyak celah keamanan dibanding sistem operasi mobile lain, termasuk Android.

Padahal selama ini yang selalu disebut sebagai sistem operasi yang paling tidak aman adalah Android karena mengusung open source.

SourceFire menyatakan, popularitas iPhone dan kontrol ketat yang diberlakukan Apple terhadap toko aplikasinya justru mendorong para pelaku kejahatan cyber untuk mencari celah di sistem operasi iOS.

Total sebanyak 210 celah keamanan ditemukan di iPhone. Jumlah itu mewakili 81 persen dari keseluruhan jumlah celah keamanan yang ada di sistem operasi mobile, dan jauh lebih besar dari total celah keamanan di smartphone berbasis OS Android, Windows, dan BlackBerry yang angka gabungannya hanya mencapai 19 persen.















Yves Younan, seorang peneliti senior SourceFire, mengatakan bahwa perangkat mobile Apple mengalami peningkatan year-over-year yang signifikan dalam hal jumlah celah keamanan yang ditemukan, meski iOS selalu mengimplementasikan fitur-fitur keamanan baru dalam setiap update.

Dengan sistem operasi Android, menurut Younan, para penjahat cyber rupanya kurang termotivasi untuk mencari celah keamanan pada smartphone. Ini karena sifat terbuka Android yang memudahkan hacker untuk memasukkan atau mengirim aplikasi jahat ke pengguna.

Di sisi lain, hal tersebut sulit dilakukan di perangkat iOS karena Apple mengontrol aplikasi-aplikasi yang beredar di platform miliknya dengan ketat. Maka dari itu, para penjahat cyber makin tertantang untuk mencari celah keamanan di sistem software Apple sendiri.

Sumber

Artikel